Psychology, University of Indonesia 2009. Cheerful,but introvert! \\(^0^)//

Gambar kiri atas : mirip kucing

Gambar kanan atas : mirip Marilyn Monroe

Gambar paling bawah : mirip Go jun pyoooo…..

Maru - maru lucu bangetttt!! Kayak gini ini nih yang bikin betah di rumah. >.<

Tapi chato still the best one. :p

Saat ini, aku sedang berusaha berpindah dari setiap simpangan kehidupanku. Namun masih satu simpangan yang belum bisa berpindah, dan mungkin aku tidak akan pernah bisa berpindah dari simpangan tersebut.

Restika

Depok, 09 Mei 2012.

=&#8217;)

=’)

(Source: rosezhao)

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.

Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan. 
Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati.
Yang membuat kalian menjadi diri kalian sendiri.
Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.
Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.


Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya. 
Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat. 
Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.

Suatu waktu nanti akan datang seseorang yang datang dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan,
Yang akan kalian jadikan prioritas,
Bukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.

Suatu hari nanti, kalian akan bertemu seseorang yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya.
Yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang.
Yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu, tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

(Source: gilangkr)

(Source: damnsotrue)

Mama, Ibu, Emak, Bunda, Umiii....

  • Suatu malam ketika makan tidak habis.
  • Aku : Deb, mau gak makanan ku? gak abis nih... udah kekenyangan banget. -_-
  • Debi : Ini apaan sih chy, kok aneh bentuknya?
  • Aku : Enak kok deb... coba duluu..
  • Debi : *makan* Eh, chy tunggu bentar deh. *ngambil sebuah buku* Ini buat kamu...
  • Aku : Waaaaahhh buku. *baca judul bukunya : For The Love of Mom* whuaaaa deboor....
  • Debi : Iya itu buat kamu, kan menurut prediksi ku kamu bakal nikah duluan dari kita semua.
  • Aku : Hah? Ich, masa gara2 itu kamu ngasi aku buku ini. *manyun*
  • Debi : Hahahahaa.... aku kan cuma nebak2.
  • Aku : Hahaha gak apa2 deb, aaamin deh kalo duluan mah. Asal sama orang yang tepat. Ya kan? Ya kan? Hiihhiii. Btw, aku buka ya plastiknya.
  • Debi : Iya buka aja *sambil ngunyah*
  • Aku : *buka daftar isi -> baca daftar isi -> mulai sedih -> buka lembaran dengan random -> air mata netes -> di buka lagi -> air mata netes lebih banyak* deb....
  • Debi : Lah? Lah? Koe nopo tooh? Kenapaaa? *panik*
  • Aku : Sedihh debi,,, sediiihh bukunya.... inget mama. T.T
  • Debi : emang apanya sih yang sedih? aku ngasi buku itu bukan mau bikin kamu nangis to chyyy.... *sambil liat bukunya*
  • Aku : Kata-katanyaaa... bikin memory aku sama mama ku keputar kenceng banget di kepalaku... inget mamaaaa. *nyeka air mata*
  • Debi : Huuaa chy, cup.cup. iya emang bagus kata-katanya.
  • Aku : Makasi ya debiii, aku pasti baca tapi gak deket2 mau uas gini, nanti ada juga kepengenan pulang mulu.
  • Debi : Hahaha iyaa sip. udah jangan sedih.
  • Aku : Iyaaaaa.... :')
  • Gak lama setelah itu makanan pun habis.
  • Tau apa yang membuat aku menangis membacanya?
  • Lihat, lihatlah... satu bintang di ujung malam itu begitu benderang. Cahayanya turun menyinari Bumi. Bersinar dalam pekatnya malam syahdu. Seperti itulah ibuku..... Pesonanya tidak memudarnya oleh waktu.... Lihaatt,,, Betapa ibuku berkilau bagai bintang.
  • Selanjutnya
  • Peluh yang menetes tak mampu menghapus sebuah niat di dadaku. Waktu yang terus mengejar tak lantas melunturkan nyaliku. Lelah dan letih yang kerap menyelubungi, tak kan mampu membuatku gentar. Sedihnya hati, kecewanya harapan dan lunturnya sebuat cia tak jua menjauhkanku....
  • Untuk menjadi seorang ibu yang dipenuhi amunisi cinta, untaian doa, luapan kasih sayang, tingginya asa, lautan kesabaran dan berjuta ilmu.
  • Beberapa baris kalimat itu, mengingatkan perjuangan mama selama 21 tahun ini bersamaku, 21 tahun ditambah 9 bulan usahanya untuk mencintaiku. Serta kembali meningkatkan cita-cita ku untuk menjadi seorang ibu yang diharapkan oleh setiap anak-anak yang baik dari ibu yang baik. hehe. Insya Allah. Tetap semangat dengan cita-cita yang lain, prepare sebaik-baiknya dengan cita-cita yang satu ini. Cita-cita terbesar kedua setelah masuk surga. Amin ya Allah, ridhoilah.... : )
  • #makasi banget buat room mate ku debia sayang... ^_^
  • "Mungkin" kalimat itu berefek biasa saja buat kalian, tapi bagiku itu kata2 yg dalem banget. untuk apa? mungkin bisa kalian tanyakan sendiri di hati kecil kalian.

“Hangat”nya pendidikan di Indonesia edisi UN

Yak, siapa yang setuju kalau Ujian Nasional (UN) adalah penentu keberhasilan siswa di sekolahnya?? Siapa juga yang setuju UN merupakan salah satu faktor pendidikan di Indonesia menjadi sedikit “tidak stabil”??

UN seperti saat-saat yang mengerikan untuk dijalani para pelajar selama mereka mengenyam pendidikan. Di Indonesia, UN menjadi penentu utama bagi para pelajar untuk bisa dikatakan LULUS dari tingkat pendidikan yang mereka jalani. UN dilaksanakan selama sekitar 3 hari secara serentak di Indonesia se tingkat pendidikan. Namun menurut saya, sayang saja penentu keberhasilan pendidikan yang dianyam selama 6 tahun atau 3 tahun berturut-turut hanya ditentukan dalam 3 hari tersebut. Dan kita tidak ada yang tahu akan terjadi apa dengan siswa dalam 3 hari itu. 

Ada lagi, soal UN disamaratakan dengan semua daerah di Indonesia yang nyata nya telah kita ketahui bahwa pemberian pendidikan di Indonesia ini belum lah merata. Beda antara siswa kota dengan siswa yang bersekolah di daerah pedalaman, yang notaben satu guru mengajar beberapa kelas dalam satu waktu, dimana di satu sekolah kuantitas gurunya tidak sesuai dengan kuantitas siswa-siswanya. Sedangkan UN menuntut agar nilai yang dihasilkan para siswanya sesuai dengan batas nilai yang mereka tentukan. 

Hal itu serta merta memancing banyak respon dari berbagai pihak, seperti siswa, guru, kepala sekolah bahkan orangtua siswa. Respon untuk mempertahankan nama baik sekolah, nama baik diri siswa dan orangtua, serta rating sekolah. Maka, hal umum yang terjadi adalah terjadinya perilaku curang dalam pengerjaan UN yaitu menyontek massal atas dasar “persetujuan” dari kepala sekolah dan guru. Seperti kata dosen “Menyontek dalam UN itu adalah satu-satunya nyontek yang diridhoi sama kepala sekolah dan guru”. Bukan rahasia umum lagi, kalau begitu banyak kecurangan dalam UN ini, hangat sekali pihak-pihak yang bekerja sama agar UN terlaksana dengan baik dengan hasil yang baik pula “SEKOLAH INI LULUS 100%”. Entah dengan cara seperti apa, itu memang sebuah demi harga diri sekolah dan segala pihak. 

Namuuunn, perlu digaris bawahi, tidak semua sekolah seperti itu. Saya percaya masih ada sekolah yang memegang teguh kejujuran seperti yang mereka tanamkan untuk para siswanya. 

Untuk itu, apakah UN tetap menjadi penentu keberhasilan siswa di sekolahnya? PR bagi kalian pemerintah. Please… Hadirkan suasana pendidikan yang baik untuk psikologis anak-anak bangsa, demi masa depan pendidikan indonesia yang lebih baik.

#terinsiprasi dari kelas MPBI :)

&#8220;Kak mau beli tissue nya kak?&#8221;
&#8220;Kak korannya dipilih boleh kak..&#8221;
&#8220;Payung, payung, kak nanti sakit kalo lagi ujan2 gini gak pake payung, mending sewa payung saya kak.&#8221;
&#8220;lalalala, dirimu sungguh tega padakuuu lalallaa&#8221; (sambil kencreng2 ukulele atau kecrekan dari tutup botol.
&#8220;kak, minta uang kak&#8230; kak laper banget belum makan kaaakk&#8230;&#8221;
Setelah semua perkataan terespon dan mereka balas dengan kata, &#8220;kak, terimakasih ya kak&#8221; (sambil tersenyum dengan manis)
:&#8217;( dan seperti akan menangis ketika mengingat semua wajah dan kata2 yang mereka hadirkan dalam hari2ku. Jika aku memiliki daya untuk memeluk kalian satu per satu maka akan ku lakukan saat itu juga. Jika aku mengingat kekuatan kalian menghadapi kehidupan ini, maka aku menangis. Anak-anak itu, kalian masih kecil, masanya untuk bersenang-senang, namun kalian harus menerima kenyataan hidup yang harus kalian hadapi. Berapa banyak orang yang mencibir kalian? Berapa banyak orang yang menganggap kalian tidak ada? Berapa sering kalian diusir demi mendapat tempat untuk berteduh? 
Wajah yang polos, kulit yang hitam karena tersengat matahari setiap hari, tubuh yang luka-luka, ketika kalian menggoreskan senyum di wajah kalian apalah semua arti derita yang aku alami. Kalian adalah sosok insipiratif yang sering menyadarkanku akan arti keikhlasan, rasa syukur serta kebahagiaan dalam kehidupan. Yang ingin aku lakukan adalah memeluk kalian sambil berkata &#8220;Terima kasih untuk segalanya&#8221;. ^_^
&#8220;Ya Allah, gerakanlah hati orang2 yang beriman dan bertakwa kepadaMu untuk tetap memperhatikan mereka. Lidungilah mereka dibawah kasih sayang Mu serta hangatkan hati mereka dibalik raga yang dingin. Bawalah kami semua berkumpul di syurgaMu yang indah dan damai kelak. Bahagiakanlah mereka yang sabar serta tabah dalam menghadapi suratanMu. Ya Rabb, cintai mereka, cintai kami, tetaplah bersama kami. Karena Engkaulah sang Maha Kasih dan Maha Penyayang&#8221; 
*Tersimpan sebuah mimpi*

“Kak mau beli tissue nya kak?”

“Kak korannya dipilih boleh kak..”

“Payung, payung, kak nanti sakit kalo lagi ujan2 gini gak pake payung, mending sewa payung saya kak.”

“lalalala, dirimu sungguh tega padakuuu lalallaa” (sambil kencreng2 ukulele atau kecrekan dari tutup botol.

“kak, minta uang kak… kak laper banget belum makan kaaakk…”

Setelah semua perkataan terespon dan mereka balas dengan kata, “kak, terimakasih ya kak” (sambil tersenyum dengan manis)

:’( dan seperti akan menangis ketika mengingat semua wajah dan kata2 yang mereka hadirkan dalam hari2ku. Jika aku memiliki daya untuk memeluk kalian satu per satu maka akan ku lakukan saat itu juga. Jika aku mengingat kekuatan kalian menghadapi kehidupan ini, maka aku menangis. Anak-anak itu, kalian masih kecil, masanya untuk bersenang-senang, namun kalian harus menerima kenyataan hidup yang harus kalian hadapi. Berapa banyak orang yang mencibir kalian? Berapa banyak orang yang menganggap kalian tidak ada? Berapa sering kalian diusir demi mendapat tempat untuk berteduh? 

Wajah yang polos, kulit yang hitam karena tersengat matahari setiap hari, tubuh yang luka-luka, ketika kalian menggoreskan senyum di wajah kalian apalah semua arti derita yang aku alami. Kalian adalah sosok insipiratif yang sering menyadarkanku akan arti keikhlasan, rasa syukur serta kebahagiaan dalam kehidupan. Yang ingin aku lakukan adalah memeluk kalian sambil berkata “Terima kasih untuk segalanya”. ^_^

“Ya Allah, gerakanlah hati orang2 yang beriman dan bertakwa kepadaMu untuk tetap memperhatikan mereka. Lidungilah mereka dibawah kasih sayang Mu serta hangatkan hati mereka dibalik raga yang dingin. Bawalah kami semua berkumpul di syurgaMu yang indah dan damai kelak. Bahagiakanlah mereka yang sabar serta tabah dalam menghadapi suratanMu. Ya Rabb, cintai mereka, cintai kami, tetaplah bersama kami. Karena Engkaulah sang Maha Kasih dan Maha Penyayang” 

*Tersimpan sebuah mimpi*

gadisberjilbab:

Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai. Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu. Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah. Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan” padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun. Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik, padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini. Mereka bilang dandananku pucat, padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel Mereka bilang aku nggak gaul, padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng. Mereka bilang: aku sok suci aku tidak menikmati hidup aku nggak ngalir aku fanatik dan sok bau surga. Ku jawab: Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri. Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada, meskipun letaknya di atas tahta emas. Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak.  Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan. Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur) Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga… …Kullu maa huwa aatin qoribun Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat… Manusia dibekali akal oleh Alloh Manusia diberi kebebasan untuk memilih hidupnya Dan, there is only one choice Baik dan Buruk Benar dan Salah Surga dan Neraka Tidak ada pilihan Netral atau diantara kedua pilihan tersebut “Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh)” (Qs. Al-An’am 116). Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim) “Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. Ar-Rum 6).

gadisberjilbab:

Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek
padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.
Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman
padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.

Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.

Mereka bilang:
aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik
dan sok bau surga.

Ku jawab:
Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada, meskipun letaknya di atas tahta emas.

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak.

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga…

…Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat…

Manusia dibekali akal oleh Alloh
Manusia diberi kebebasan untuk memilih hidupnya
Dan, there is only one choice
Baik dan Buruk
Benar dan Salah
Surga dan Neraka
Tidak ada pilihan Netral atau diantara kedua pilihan tersebut

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh)” (Qs. Al-An’am 116).

Ada dua golongan dari penghuni neraka yang Aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)

“Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. Ar-Rum 6).


Pasangan terbaik itu seperti pasangan sepatu.
1. Bentuknya tak persis sama, namun serasi
2. Saat berjalan tak pernah kompak, tapi tujuannya sama
3. Tak pernah ganti posisi, namun saling melengkapi
4. Selalu sederajat, tak ada yang lebih rendah atau tinggi
5. Bila yang satu hilang, yang lain tak memiliki arti.
Sepatu : Sejalan Sampai Tua :)

—(via ryanifitri)

destinationjannah:

Narrated Abu Huraira: The Prophet said, “When it is a friday, the angels stand at the gate of the mosque and keep on writing the names of the persons coming to the mosque in succession according to their arrivals. The example of the one who enters the mosque in the earliest hour is that of one offering a camel (in sacrifice). The one coming next is like one offering a cow and then a ram and then a chicken and then an egg respectively. When the Imam comes out (for Jumua prayer) they (i.e. angels) fold their papers and listen to the Khutba.”  [Bukhari] 

destinationjannah:

Narrated Abu Huraira: The Prophet said, “When it is a friday, the angels stand at the gate of the mosque and keep on writing the names of the persons coming to the mosque in succession according to their arrivals. The example of the one who enters the mosque in the earliest hour is that of one offering a camel (in sacrifice). The one coming next is like one offering a cow and then a ram and then a chicken and then an egg respectively. When the Imam comes out (for Jumua prayer) they (i.e. angels) fold their papers and listen to the Khutba.”  [Bukhari] 

Cintailah cinta dengan kerahasiaan yang paling rapat, kepasrahan paling kuat dan ikhtiar suci yang menemukan jalan-Nya

Sayyidina Ali (via kurniawangunadi)

(Source: hidupkusepertipelangi)

Karena buat aku suatu hal yang buruk yang ada pada kamu adalah tangung jawab aku buat nutupin keburukan itu dan mengubahnya menjadi suatu kebaikan.

Januari - 5 tahun lalu. 

bukan note buatan aku.

(Source: helsyhandalia)